Strategi Sukses Sipencatar 2019

 

Berita Terbaru Dari Kami

Lulusan STTD Harus Siap Mengabdi di Daerah Terpencil

-->> 04/09/2015 [03:05:09]

Lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi Jawa Barat, harus siap mengabdi untuk mengamalkan pengetahuannya di daerah-daerah terpencil di luar Jawa dan Sumatera. Pasalnya, banyak daerah lainnya di Indonesia juga masih sangat membutuhkan peran serta dari tenaga ahli transportasi untuk membangkitkan pembangunan di daerah. "Negara kita ini luas, sangat membutuhkan pengabdian lulusan STTD. Apalagi negara telah memberi subsidi yang besar, sekitar 80 persen, untuk biaya studi. Jadi wajar jika mau bekerja di daerah," kata Kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan Wahyu Satrio Utomo di Sidang Senat Terbuka STTD Bekasi Tahun Akademik 2013/2014, di Kampus STTD Bekasi, Senin (15/9/2014). STTD Bekasi pada Tahun Akademik 2013 / 2014 mewisuda 198 orang terdiri atas, Program D III Transportasi Darat Lanjutan (16 orang), Program D IV Transportasi Darat Reguler (16 orang), Program D III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (62 orang) dan Program D III Perkeretaapian (59 orang). Empat wisudawan - wisudawati terbaik masing - masing jurusan dengan predikat. "Dengan Pujian" adalah, Hanif Adi Yuditami, S,ST (TD) dengan IPK 3,52 dari D III Transportasi Darat Lanjutan, Akhbari Cinthya Berliani, S.ST (TD), dengan IPK 3,54 dari D IV Transportasi Darat Reguler, Happy Cola Mitra Surya, A.Md.LLAJ dengan IPK 3,63 dari D III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Aris Winardi, A.Md.KA dengan IPK 3,51 dari D III Perkeretaapian. Tommy, panggilan akrab Wahyu Satrio Utomo, mengingatkan, para wisudawan dituntut mengamalkan ilmu yang diperolehnya untuk pembangunan bangsa."Negara membutuhkan tenaga saudara untuk membangun bangsa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. Tommy menambahkan,pemerintah memiliki Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang bertujuan untuk meratakan pembangunan antar kawasan di tanah air. Dalam program tersebut banyak memerlukan tenaga - tenaga profesional seperti profesi di bidang transportasi. Tommy mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati agar mengembangkan kemampuannya ketika mengabdi masyarakat. "Yang diperolah selama dalam pendidikan adalah kemampuan teknis. Perlu ditambah kemampuan lain ketika bertugas di tengah- tangah masyarakat," kata Tommy. Menurut dia, faktor formasi juga menyebabkan lulusan STTD tidak bisa langsung menjadi pegawai negeri sipil, sehingga da yg sidiapkan peemrintah tidak daerah-daerah yang memerlukan tenaga ahli transportrasi menariknya dalam program pembibitan. "Setahun bekerja kemudian tahun kedua mengikuti Tes Kompetensi Dasar bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi," katanya. Dikatakan, di Indonesia ini ada sekitar 500 kabupaten/kota yang memerlukan tenaga ahli transportasi. Karena mereka ujung tombak di daerah. Saat ini bari 20 persennya saja yang terisi. "Program pembibitan ini sudah banyak daerah yang berminat. Ada yang baru komitmen. Sekarang ini ada dua jalur, dari jalur akademik dan kompetensi. Untuk mengisi kekurangan pemerintah harus hadir," katanya. Sementara itu, Ketua STTD Bekasi, Zulmafendi mengatakan, melihat kebutuhan yang sangat besar terhadap ahli transportasi di daerah maka tugas pemerinmtah daerah mengusulkan dan menyiapkan siapa yang akan dididik di STTD yang kemudian akan disesuaikan dengan formasi yang dibuka Kemenpan) melalui Test Kompetensi Dasar. Program pembibitan itu dimulai pada tahun ini tepatnya pada 21 april 2014 pola pembibitan. Jada tahun ini para taruna berasal dari jalur umum dan pembibitan dari dari. "Karena kapasitas hanya 210 maka tidak semua bisa diterima di STTD. Daerah yang sudah menyertakan mahasiswanya saat ini berasal dari Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Aceh," katanya. Dengan adanya pola pembibitan itu maka tahun ajaran 2015 tidak akan dilakukan penerimaan dari jalur umum. "Jadi hanya satu versi saja. Tapi semua berdasarkan tes dan kapasitas tersedia. Misalnya, Pemda Kalimantan Utara mengajukan 200 orang tapi yang lulus hanya 14 orang," ujar Zulmafendi. Zulmafendi mengatakan, lulusan STTD dituntut untuk bekerja keras melalui pengembangan diri secara profesional. "Ikuti perkembangan sistem transportasi yang semakin kompleks, agar mampu menjadikan transportasi Indonesia yang handal," tegasnya. Ia menambahkan, setelah wisuda, para lulusan dituntut untuk mengamalkan ilmu dan mengadi diri untuk pembangunan bangsa. "Ini merupakan awal pengabdian saudara, mengamalkan ilmu yang diperoleh selama dalam pendidikan," tutur Zulmafendi. Sumber : Pikiran Rakyat


 

Strategi Sukses Sipencatar 2019

 

 

 

copyright (c) 2014 - 2019 by www.Sipencatar.com